Selasa, 03 Juni 2014

ERGONOMI TERITORIAL

Ergonomi merupakan istilah yang berasal dari bahasa Yunani. Ergonomi terdiri dari dua suku kata, yaitu: ‘ergon’ yang berarti ‘kerja’ dan ‘nomos’ yang berarti ‘hukum atau aturan’. Dari kedua suku kata tersebut, dapat ditarik kesimpulan bawa ergonomi adalah “hukum atau aturan tentang kerja atau yang berhubungan dengan kerja”. Secara singkat bisa disebut bahwa ergonomi adalah ilmu kerja.
Sebelum membahas lebih dalam tentang ergonomi, akan dijabarkan sedikit mengenai definisi dari kata ‘kerja’. Apa sih pengertian dari kata ‘kerja’? ada dua pengertian, yaitu:
1.  Kerja yang merupakan suatu profesi yang dijalakan dengan sengaja untuk mendapatkan penghasilan,
2.      Kerja yang merupakan  pengeluaran energi untuk kegiatan yang dibutuhkan oleh seseorang untuk mencapai tujuan tertentu.

Dari dua pengertian di atas, yang akan digali lebih dalam menyangkut tentang ergonomic adalah pengertian yang ke-2.
Pada kehidupan sehari-hari, setiap orang umumnya berinteraksi satu sama lain. Itulah kehidupan social manusia. Manusia tak lepas dari zona-zona privasi maupun public. Hal tersebut berkaitan dengan territorial/wilayah.
            Dalam ergonomi, teritorial sangat mempengaruhi tingkat kenyamanan manusia, di mana teritorialitas sebagai sesuatu yang berkaitan dengan fisik, tanda kepemilikan, pertahanan, penggunaan yang ekslusif, personalisasi.
            Menurut Altman, klasifikasi teritorial ada 3, yaitu:
1.     Primer, teritorial yang sifatnya sangat pribadi dan ditujukan untuk yang sudah akrab/dekat satu sama lain. Sebagai contoh adalah kamar tidur pribadi di rumah. Tidak sembarang orang boleh masuk ke dalam kamar tersebut. Hanya orang-orang terdekat saja yang boleh mempunyai hak untuk masuk ke ruangan tersebut, seperti orangtua, sanak saudara, atau teman yang sudah sangat dekat. Jika ruangan tersebut diakses oleh orang yang tidak dekat atau tidak dikenal, sudah jelas akan menimbulkan perasaan yang tidak enak dan terganggu.
(sumber : ujung-bacaan.blogspot.com)

2.      Sekunder, teritorial/wilayah yang tempat-tempat yang dimiliki bersama namun dengan tujuan yang sama dan cukup jelas. Sebagai contoh adalah ruangan kelas maupun aula. Kegiatan social public terjadi pada ruangan tersebut namun masih memiliki zona teritorial pribadi. Misalnya, narasumber menjelaskan tentang sebuah materi dan para peserta menyimak dan memperhatikan. Narasumber mempunyai batas teritori lebih besar daripada peserta karena narasumber berhak memberi materi sambil berjalan, entah untuk mengakrabkan diri dengan peserta atau menampilkan cara penyampaian. Dan peserta mempunyai batas hanya sekitar bagian tubuhnya saja. Hanya pada satu tempat duduk yang diduduki. Setiap peserta memiliki batas teritorial sendiri, yang apabila dimasuki oleh orang lain terutama orang yang tidak dikenal akan menimbulkan perasaan tidak nyaman. Lain halnya dengan Mahasiswa yang pada di kelas menggunakan kursi dan meja praktik. Daerah teritorialnya adalah sebatas kursi dan meja yang ditempati. Apabila orang lain baik yang dikenal maupun tidak menaruh barang di daerah teritorial pribadi, tentunya akan mengganggu pekerjaan orang tersebut.
(sumber : floresbangkit.com)

3.      Public, wilayah yang terbuka untuk umum, misalnya di pusat perbelanjaan, tempat rekreasi, lobi hotel, dll. Pada wilayah ini, kemungkinan untuk berkegiatan social sangat besar. Sebagai contoh, pada lobi hotel terdapat kursi-kursi untuk menunggu, bila besaran ruang, jarak, dan jumlah kursi tidak seimbang maka akan menimbulkan ketidaknyamanan. Bila susunan kursi saling berhadapan dan dengan jarak yang berdekatan, kita akan merasa tidak nyaman, terlebih orang yang duduk di depan adalah orang yang tidak dekat/kenal dengan kita. Sebaiknya jarak kursi diperhitungkan karena minimal jarang social terkecil adalah 1,2 m – 2,1 m.

Jadi, setiap klasifikasi mempunyai besaran wilayah teritorial yang berbeda. Wilayah primer seperti kamar tidur pribadi mempunyai batas berupa pintu, jendela, dan atap. Wilayah sekunder seperti ruang kelas mempunyai batas seperti kursi dan meja. Sedangkan wilayah public seperti lobi hotel mempunyai batas-batas seperti jarak antar kursi.



Jumat, 17 Mei 2013


Bermain puzzle adalah salah satu kegiatan yang sangat mengasyikkan. Selain membutuhkan kemampuan otak yang baik, dalam menyelesaikan puzzle juga membutuhkan kesabaran. Ini tentunya dapat mengasah kecerdasan otak dan kesabaran.
Bermain puzzle banyak digemari oleh anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Mendapatkan puzzle tidaklah susah. Puzzle dapat ditemukan di gift shop, stationary, bahkan penjual mainan yang biasanya berjualan di depan sekolah-sekolah dasar. Selain mendapatkannya mudah, harganya pun terjangkau.
Untuk puzzle 3D ini sendiri, harganya sangat beragam. Dari yang sangat murah hingga yang sangat mahal pun ada. Namun menurut saya menyelesaikan 3D puzzle sangatlah menarik karena hasil akhirnya terlihat sangat indah dan pengerjaannya tidak terlalu susah.
3D puzzle sangat banyak macamnya. Ada yang berbentuk gedung bangunan, ada yang berbentuk hewan, tumbuhan, bahkan kendaraan. Untuk para penggemar puzzle pastinya ingin mencoba menyelesaikan puzzle tersebut. Saya sendiri sangat menyukai puzzle yang berbentuk gedung bangunan karena bisa menikmati unsur estetika dari bangunan itu sendiri.
Ini contoh-contoh puzzle nya
Image
 Image

Ini contoh puzzle yang berbentuk hewan dan kendaraan
 Image

Sangat menarik, bukan? ayoo..segera dimainkan..
ini masih coba-coba...